Dabo Singkep – Senin, 16 Februari 2026, suasana religius dan penuh semangat mewarnai kegiatan Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Tahfizh Baitul Qur’an. Kegiatan ini menjadi momentum syiar sekaligus penguatan ukhuwah dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H.
Kegiatan pertama berupa Pawai Tarhib Ramadhan yang berkolaborasi dengan SIT Insan Cendekia Dabo Singkep. Rute pawai dimulai dari Lapangan TVRI Dabo Singkep dan berakhir di kawasan Implesement Dabo Singkep. Para peserta yang terdiri dari santri, siswa, dan dewan guru membawa spanduk, poster islami, serta melantunkan shalawat sepanjang perjalanan, menciptakan atmosfer syiar yang menggugah antusiasme masyarakat.
Secara resmi, kegiatan pawai dibuka oleh Camat Singkep, Agustiar, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi lembaga pendidikan dalam menyemarakkan syiar Islam. Beliau menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperkuat keimanan, kedisiplinan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Usai pawai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Doa Tasyakuran Menyambut Ramadhan 1447 H yang diikuti oleh seluruh SDM dan santri Pondok Pesantren Tahfizh Baitul Qur’an. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, diawali dengan doa bersama, serta tausiyah singkat tentang urgensi persiapan ruhiyah dalam menyongsong bulan penuh ampunan.
Momen haru dan penuh kehangatan tampak saat seluruh peserta melaksanakan musafahah, saling bersalaman dan bermaafan sebagai bentuk penyucian hati sebelum memasuki Ramadhan. Tradisi kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan talam sehidang, yaitu makan bersama dalam satu talam berisi lima orang. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan persaudaraan yang menjadi ciri khas kehidupan pesantren.
Melalui rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan ini, Pondok Pesantren Tahfizh Baitul Qur’an menegaskan komitmennya dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga kuat dalam karakter, spiritualitas, dan solidaritas sosial. Diharapkan, Ramadhan 1447 H menjadi momentum peningkatan kualitas iman, ilmu, dan amal bagi seluruh keluarga besar pesantren serta masyarakat Dabo Singkep pada umumnya.
